fkkg.umsida.ac.id — Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FKKG UMSIDA) menyelenggarakan Forum Ta’aruf Mahasiswa (FORTAMA) pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru sekaligus momentum untuk memberikan pembekalan awal sebelum mahasiswa memulai perjalanan akademik di lingkungan FKKG UMSIDA.
Mengusung tema “Membangun Generasi Berkarakter, Adaptif, dan Berdampak untuk Indonesia Berkemajuan”, FORTAMA 2026 menjadi langkah awal FKKG UMSIDA dalam menanamkan nilai karakter, kemampuan adaptasi, dan kepedulian sosial kepada mahasiswa baru. Tema tersebut sejalan dengan komitmen fakultas untuk mencetak calon tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Sambut Mahasiswa Baru, FKKG UMSIDA Tanamkan Nilai Karakter dan Adaptasi
Rangkaian FORTAMA diawali dengan penyambutan mahasiswa baru oleh Dekan FKKG UMSIDA beserta jajaran pimpinan fakultas. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk penyambutan sekaligus pengenalan awal mahasiswa terhadap lingkungan akademik dan kehidupan perkuliahan di FKKG UMSIDA.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diarahkan untuk memahami bahwa perjalanan pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga karakter dan mental. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, membangun relasi positif, serta memiliki semangat untuk terus berkembang.

Tema FORTAMA 2026 menjadi landasan dalam membentuk mahasiswa yang berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan dampak positif. Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan hingga nantinya berkontribusi sebagai tenaga kesehatan profesional.
Bekali Mental Tangguh Menuju Dokter Masa Depan
Salah satu rangkaian utama FORTAMA menghadirkan sesi pembekalan bertajuk “Membangun Mental Tangguh untuk Menjadi Dokter Masa Depan” yang disampaikan oleh Dr H Muhammad Hamdan dr Sp S (K), Direktur Utama Holding AUMKES PCM Sepanjang.
Dalam pemaparannya, mahasiswa diajak memahami pentingnya ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pendidikan hingga menjalani profesi di bidang kesehatan. Mental tangguh bukan berarti seseorang tidak pernah merasa takut, lelah, maupun mengalami kegagalan. Sebaliknya, ketangguhan tercermin melalui kemampuan mengenali emosi, beradaptasi terhadap perubahan, bangkit dari kegagalan, serta mengambil pembelajaran dari setiap proses.
Mahasiswa baru diperkenalkan dengan lima pilar yang menjadi dasar dalam membangun mental tangguh, yaitu self-awareness, adaptability, grit, empathy, dan integrity. Kelima aspek tersebut menjadi bekal penting bagi calon dokter untuk mengenali diri, beradaptasi, tekun menghadapi tantangan, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tanggung jawab profesinya.

Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan metode PAUSE, yaitu Pause, Acknowledge, Understand, Select, dan Execute. Metode tersebut mengajarkan mahasiswa untuk berhenti sejenak sebelum bereaksi, mengenali kondisi yang dihadapi, memahami fakta dan prioritas, menentukan respons yang konstruktif, kemudian mengambil langkah yang dapat dikendalikan.
Sesi pembekalan dimoderatori oleh drg Lila Muntadir Sp Ort, selaku Wakil Dekan FKKG UMSIDA. Dalam kesempatan tersebut, drg Lila menegaskan bahwa perjalanan menjadi seorang dokter membutuhkan komitmen yang tinggi. Mahasiswa tidak hanya perlu mempersiapkan kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki kesungguhan, konsistensi, dan komitmen dalam menjalani setiap tahapan pendidikan.
Bangun Dokter Masa Depan yang Kompeten, Humanis, dan Berintegritas
Lebih lanjut, mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa dokter masa depan harus mampu memadukan kompetensi profesional dengan sisi humanis. Seorang dokter dituntut untuk berpikir kritis, mengambil keputusan berbasis bukti, mengikuti perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
Di sisi lain, kemampuan komunikasi efektif, empati, integritas, dan orientasi kepada pasien juga menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi kedokteran. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi dapat menjadi karakter yang tumbuh selama mahasiswa menjalani proses pendidikan di FKKG UMSIDA.
Melalui FORTAMA 2026, FKKG UMSIDA berharap mahasiswa baru dapat memulai perjalanan pendidikan dengan kesiapan akademik dan mental yang kuat. Bekal ketangguhan, komitmen, integritas, dan empati diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, adaptif, dan humanis.
Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam sesi pembekalan, “Dokter yang tangguh bukan yang tidak pernah jatuh, melainkan yang mampu bangkit, belajar, dan tetap peduli.”
Penulis: Afifani Aulida Romadhoni











