fkkg.umsida.ac.id — Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FKKG UMSIDA) menggelar Matrikulasi Hari Pertama sebagai langkah awal menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 di ruang pleno GKB 1 lantai 7 kampus 1 UMSIDA pada 17/09/2026.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan budaya akademik, sistem pembelajaran kedokteran dan kedokteran gigi, serta membangun karakter mahasiswa yang siap menjadi tenaga kesehatan profesional.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FKKG UMSIDA Dr dr Ronny Sutanto Sp OT yang menyampaikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh mahasiswa baru. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa memasuki dunia pendidikan kedokteran bukan sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas, berempati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai mahasiswa akan menjalani proses pembelajaran yang menuntut kedisiplinan, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, matrikulasi menjadi fondasi penting agar mahasiswa memahami budaya belajar di fakultas sejak hari pertama, ungkap dr Ronny
Suasana pembukaan berlangsung hangat dengan antusiasme mahasiswa baru yang mulai mengenal lingkungan akademik, dosen, serta sistem pendidikan yang akan mereka jalani selama menempuh studi kedokteran dan kedokteran gigi.
Awali Perjalanan dengan Niat dan Karakter yang Kuat
Materi pertama disampaikan oleh dr Lakhsmie Herawati Yuwantina M Kes melalui tema “How to Be a Medical & Dental Student: Belajar, Beradaptasi, dan Bertumbuh di FKKG.”
Ia mengajak mahasiswa melihat profesi dokter dan dokter gigi sebagai perjalanan untuk menjadi manusia yang lebih baik, bukan hanya menguasai ilmu medis.
Dalam pemaparannya, dr Laksmie menjelaskan tiga bekal utama mahasiswa FKKG, yaitu belajar, beradaptasi, dan bertumbuh. Mahasiswa didorong mengubah pola belajar dari sekadar menghafal menjadi memahami konsep melalui active recall, spaced repetition, concept mapping, serta diskusi kasus klinis secara berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan bahwa IPK bukanlah identitas seorang tenaga kesehatan. Yang paling dibutuhkan pasien adalah profesional yang kompeten, jujur, aman, dan peduli terhadap sesama.
Selain itu, mahasiswa diajak membangun resiliensi, tidak takut meminta bantuan ketika mengalami kesulitan, serta menjadikan nilai religius sebagai bagian dari praktik profesional sehari-hari.
Belajar, Beradaptasi, dan Memahami Sistem Tutorial PBL
Materi selanjutna pengenalan mengenai Tutorial/Problem Based Learning (PBL) sebagai metode utama pembelajaran di FKKG UMSIDA oleh dr Rifda Savirani MHPE.
Ia menjelaskan bahwa PBL bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir klinis, komunikasi, kolaborasi, serta pembelajaran mandiri (self-directed learning).
Mahasiswa diperkenalkan pada aturan dasar diskusi tutorial, mulai dari etika berdiskusi, menghargai pendapat anggota kelompok, pentingnya partisipasi aktif, hingga perbedaan peran antara mahasiswa sebagai pembelajar dan fasilitator sebagai pendamping proses belajar.
dr Rifda juga menguraikan tahapan pembelajaran tutorial yang akan menjadi rutinitas mahasiswa selama perkuliahan, sehingga peserta memperoleh gambaran utuh mengenai mekanisme diskusi berbasis kasus.

Memasuki sesi berikutnya, dr Erlina Krisdianita Novitasari M Biomed menyampaikan materi “Dasar Kedokteran dan Kedokteran Gigi” yang menjadi pengantar ilmu dasar bagi mahasiswa baru. Pembahasan meliputi terminologi anatomi dan histologi, orientasi anatomi tubuh manusia, konsep sistem organ, hingga pengenalan istilah-istilah dasar dalam kesehatan rongga mulut.
Materi ini memberikan landasan agar mahasiswa memiliki bahasa ilmiah yang sama sebelum memasuki pembelajaran blok.
Melalui berbagai ilustrasi dan contoh, mahasiswa diajak memahami bahwa penguasaan anatomi dan histologi merupakan fondasi penting dalam memahami mekanisme penyakit maupun tindakan klinis di masa mendatang.
Penguatan Ilmu Dasar dan Simulasi Tutorial Perdana
Setelah memperoleh bekal teori, mahasiswa mengikuti Simulasi Tutorial Sesi 1 menggunakan skenario klinis berbasis PBL. Pada sesi ini, setiap kelompok mempraktikkan langkah 1–5 Seven Jump, yaitu mengklarifikasi istilah, mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis awal, menyusun penjelasan sementara, serta menetapkan tujuan belajar dari sebuah kasus pasien.
Simulasi berlangsung dinamis karena mahasiswa belajar mengemukakan pendapat, menyusun mind mapping, dan bekerja sama dalam kelompok kecil sebagaimana praktik tutorial yang akan mereka jalani selama pendidikan kedokteran. Fasilitator mendampingi jalannya diskusi tanpa memberikan jawaban langsung, sehingga mahasiswa terdorong membangun kemampuan berpikir kritis sejak awal.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti Refleksi Hari pertama. Mahasiswa membagikan pengalaman, kesan, serta tantangan yang mereka rasakan selama mengikuti matrikulasi.
Banyak peserta mengungkapkan bahwa hari pertama memberikan perspektif baru mengenai dunia pendidikan kedokteran yang menuntut kerja sama, pembelajaran sepanjang hayat, dan karakter yang kuat.
Melalui matrikulasi ini, FKKG UMSIDA berharap setiap mahasiswa baru tidak hanya siap menghadapi proses akademik, tetapi juga tumbuh menjadi calon dokter dan dokter gigi yang unggul, humanis, serta berlandaskan nilai-nilai Islami.
Penulis: Isviyatul Haniya











