Kolaborasi IPE FKKG-FIKP UMSIDA, Lima Prodi Hadirkan Solusi Kesehatan Keluarga di Desa Ketimang

fkkg.umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi (FKKG) dan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pendidikan (FIKP) melaksanakan kegiatan Interprofessional Education (IPE) sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif lintas profesi dalam menangani permasalahan kesehatan keluarga Kamis (24/09/2026).

Kegiatan IPE mengangkat tema “Keluarga dengan Kondisi Kesehatan Ibu, Anak, dan Penyakit Keluarga”. Kolaborasi ini melibatkan lima program studi, yaitu Program Studi Kedokteran Gigi dari FKKG UMSIDA serta Program Studi Kebidanan, Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Fisioterapi, dan Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) dari FIKP UMSIDA.
Ketua IPE UMSIDA, dr. Rifda Savirani, MHPE, menjelaskan bahwa IPE merupakan proses pembelajaran ketika dua atau lebih profesi kesehatan belajar bersama, saling memahami peran dan kompetensi masing-masing profesi, serta belajar dari profesi kesehatan lainnya.“IPE merupakan proses ketika dua atau lebih profesi kesehatan belajar bersama, belajar dari profesi kesehatan lain, dan memahami peran masing-masing profesi untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi. Pelaksanaan IPE ini juga sesuai dengan rekomendasi WHO yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan FIKP UMSIDA, Evi Rinata, S.ST., M.Keb., menekankan pentingnya ketelitian dan komunikasi antarprofesi dalam pelayanan kesehatan.“Dalam pelayanan kesehatan, ketelitian dan komunikasi sangat penting agar informasi mengenai kondisi pasien, hasil pemeriksaan, maupun diagnosis dapat disampaikan dengan tepat dan meminimalkan kesalahan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari kelima program studi dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti proses tutorial dan penugasan secara kolaboratif. Setiap kelompok berdiskusi dengan perspektif keilmuan masing-masing untuk memahami permasalahan kesehatan keluarga secara lebih menyeluruh.

Pembelajaran tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui penugasan di Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, yang menjadi salah satu desa binaan UMSIDA.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi kondisi kesehatan keluarga, memahami berbagai faktor yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, serta melihat permasalahan kesehatan dari perspektif berbagai profesi. Kolaborasi ini sekaligus melatih kemampuan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antarpofesi sejak masa pendidikan.


Melalui pembelajaran berbasis kasus dan pengalaman langsung di masyarakat, IPE FKKG dan FIKP UMSIDA menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa setiap profesi memiliki peran yang saling melengkapi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi kolaboratif mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam menghadapi permasalahan kesehatan keluarga di masyarakat. Kolaborasi lima program studi ini menjadi bagian dari upaya UMSIDA mempersiapkan tenaga kesehatan yang mampu bekerja secara kolaboratif, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan individu, keluarga, serta masyarakat.

Penulis : Afifani Aulida Romadhoni